Filed under: Uncategorized
Kemarin ada kabar dari bosku. Kalau gaji aku akan dinaikan hingga 1x lipatnya. Tapi kenyataanya kabar itu separuhnya terhembus angin. Sedih, Jelas. Putus asa?, Jelas. Semua angan dan cita2x menjadi hilang. Tertunda semuanya. Maafkan aku ma,, kerja kerasku hanya dibayar dengan tidak pantas.
Mau nangis!!
12 jam bekerja seakan akan tidak ada gunanya, berharap saja ditempat ini.
Ok tancapkan side job diluar sana,,
I Lov My Mom.
Filed under: Uncategorized
Hari ini aku membayangkan. Office Boy di kantor semua adalah perempuan seksi. Menggunakan bikini dan menggunakan topi kelinci. Apabila aku memesan teh hangat, ia akan membawanya dengan nampan lalu duduk dalam pangkuan dan kemudian baru menghidanghannya di meja. Tak lupa setiap melayani senyuman harus tetap terpancar. Apabila ia aku tugaskan untuk membuatkan indomie, ia akan membuatkan kemuadian menyuapkan ke aku. Oh ya setiap hari mereka harus merubah penampilan dan mode bikini. Senin hitam, selasa merah, rabu pink, kamis putih, jumat mereka harus libur karena menghormati kawan-kawan yang menunaikan ibadah, sabtu transparan dan minggu hanya menggunkan daster.
Selain melayani mereka harus bisa membersihkan semua sisi kantor terutama sudut atas dan bawah, yang penuh dengan sarang laba-laba. Pokoknya bekerja dengan iklas dan harus tampak seksi. Mereka hanya boleh menggukan kebaya hanya saat hari Ibu Kartini. Dan mereka hanya 1/2 hari kerja sisanya gantian kita yang harus melayani mereka. Hanya menggunkan under wear menghidangkan segalanya apa yang diminta, dan harus dengan pangkuan.
Kami tidak boleh memberikannya tips kepada mereka, karena nati hanya bekerja berdasarkan tips saja. Dan tidak melayani dengan iklas. KAmi tidak boleh jatuh cinta atau berhubungan badan dengan mereka, karena membuat mereka menjadi malas bekerja.. Kami hanya bisa memandang dan sesekali berbicara saja.
wah apa jadinya apabila itu terjadi, ?
Filed under: Uncategorized
banyak yang harus diceritakan hari ini, entah kenapa setiap jamnya dipenuhi dengan kesibukan yang silih berganti. Dari mengurusi side job, telp seseorang, meliput di Antara hingga harus menjawab semua komplain melalui telp. Untuk ada seorang teman yang membantu meringankan pekerjaan ini.
Dan akhirnya semua berjalan dengan lancar, walaupun kepala sangat penat akan many thing. MUsik mp3 beratus-ratus sudah terasa hambar. Duit harus dikeluarkan banyak bulan ini karena harus membeli sesuatu untuk menambah modalsampingan. Memikirkan gaji ibarat esok sudah tidak ada harapan. Entahlah berkiblat kemanakah kantor ini.
Melihat city car seperti AtoZ dan Karimun menambah semangat bekerja. Tapi entah dapat terbeli atau tidak. Terkadang sesuatu harus dipaksakan, walau banyak yang harus dikorbankan. Aji Gile!!! harga susu dan gas sudah melangit, tiba-tiba menjadi ragu untuk menikah. Halah uang muka sekolah sudah d atas 5 jutaan, mungkin bisa di inpress tapi apa nanti sang anak akan di lirik perusahaan minyak. Syukur-syukur menjadi pedagang.
Seorang teman menawarkan kaos bertuliskan foto Tempo, wah keren ada nama Temponya, warna merah pula, tapi apa daya kebesaran nama tidak membuatku berhasrat untuk mengeluarkan duit Rp 50.000,- dan menggunakan kaos itu. Apalagi ada tulisan Fotonya, kaya fotografer ajah!!!.
Sudah sebulan aku bangkit sendiri, maaf mungkin pacar hanya sedikit memberikan energi untuk saya terus semangat. Setiap hari hanya mengambek dan bt saja, kaasian dia terlalu banyak berpikir yang tidak menguntungkan dirinya sendiri.
Kegembiraan aku saat ini adalah ketika melihat ibu masih bisa tersenyum untuk aku ditiap paginya. Dan memberikan aku 99% energi yang tidak dapat di cari atau dimusnahkan.
Dan inilah aku yang selalu teringat Yesus walau tidak bener ibadahnya. Yah minimal aku ingat akan guru besarku yang selalu mengajari aku cinta kasih dan kesabaran.
Besok adalah sebuah hari yang harus dilalui melalui berbagai macam proses yang kan menjadi kita lebih baik.
Thx Mom, Thx Yesus,,,,,
Filed under: Uncategorized
Apa yang harus dilakukan, apabila kita bekerja di sebuah perusahaan yang memberikan penghargaan dalam bentuk gaji yang minim?.
Seorang teman yang sudah bekerja puluhan tahun di kantor ini terpaksa mencari hutangan untuk membayar uang sekolah anaknya. Bahkan ada yang harus menjual motornya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang bertahun-tahun tapi hanya bisa membeli rumah petak yang pesing.
aku sendiri adalah orang yang sudah cukup lama ikut memikirkan kantor ini agar tetap maju. Bekerja lebih dari 8 jam, mati-matian hanya mendapat kenaikan gaji dari Rp 200rb-Rp300rb. Punya cita-cita untuk memiliki mobil 30 jutaan sudah sangat pusing, apalagi kalau harus menikah dan mempunyai anak, mau dikasih makan apa.
Tapi ya sudahlah mentok-mentok semuanya memang harus lari kTuhan, karena dia sudah memberikan pekerjaan buat kita. Dikit-dikit disyukuri, kurang-kurang diakali. Budaya mengakali memang harus kita bina sejak dini. Bahkan kita harus mempersiapkan itu kepada anak-anak kita.
Kantorku ini boleh dibilang mempunyai nama besar, besarnya sampai ke pelosok dunia. Siapa yang tidak kenal kantorku dengan logo yang berwarna merah gagah dan berani itu. PEkerjaanku ini membutuhkan penampilan yang keren bahkan bertemu dengan orang keren, dan pekerjaanku ini membutuhkan wawasan yang luas dari A-Z aku harus bisa memahaminya, kalau tidak bisa dicap bodoh.
Kadang aku sering menertawai diri sendiri. Dibalik kekerenan itu, terkadang aku harus banting tulang untk mendapatkan tambahan yang tak seberapa besarnya, kesehatan jadi taruhannya, penyakit mahg dan radang sudah biasa. Harus bgm selain harus mengakalli ini. Bayangkan Susu yang sudah diatas Ro 50 rb, Bayangkan nanti Premiun yang mendekati harga Rp 10rb. Yang bisa dilakukan hanya mengakali semuanya, walau pikiran dan fisik jadi korban. Percuma bila kita harus melawan kantor ini. Ibarat meniup Pohon Jati dengan sebuah sedotan.
Filed under: Uncategorized
Live
B.B. King
Geffen Records, 2008
B.B. King adalah nama besar yang rendah hati. Dia selalu berusaha menghibur penggemarnya dengan tulus dan total, merangkul mereka kapan pun ada kesempatan–King, misalnya, biasa menerima penggemarnya yang berkunjung ke ruang ganti. Karena itu, setiap konser King tidak hanya sebuah penampilan yang menghadirkan suaranya yang sanggup membuat lagu apa pun terasa hidup, tapi juga kehangatan.
Usia yang telah mencapai 82 tahun sama sekali bukan halangan bagi Sang Raja Blues, julukannya, untuk terus menemui penggemarnya, bersama gitar kesayangannya, Lucille. Album berdurasi 53 menit ini merupakan rekaman dari beberapa kali penampilannya di BB King Club di Memphis dan Nashville pada Oktober tahun lalu.
Ada 11 lagu yang dipilih, dengan kualitas rekaman yang tergolong bagus untuk sebuah album live. Sebagian besar dari lagu-lagu itu tergolong “standar”, yang ada di hampir setiap pertunjukannya. Selain itu, ada pula dua nomor yang belum pernah masuk dalam album-album rekamannya yang mana pun, apalagi dibawakan di panggung, yakni You Are My Sunshine dan When the Saints Go Marching.
King memulai penampilannya dengan sebuah pengakuan mengenai jalan hidupnya lewat Why I Sing the Blues. Di nomor yang pernah dia nyanyikan pada awal 1970-an ini, King bilang, Why I’m singing the blues/Yes, I’ve been around a long, long time/Yes, I’ve really, really paid my dues/Now I’m gonna play Lucille….
Dalam setiap konsernya, King hampir tak pernah diam. Selalu ada cerita, tidak untuk menyombongkan diri; atau sekadar cara untuk mengajak audiens di hadapannya ikut bernyanyi atau menggerakkan anggota badan. Dan dia melakukannya di antara lagu-lagu yang dia bawakan.
Puncak dari seluruh materi di album ini boleh dibilang adalah saat ketika The Thrill Is Gone dinyanyikan. Nomor yang dirilis pada 1969 dan memberikan penghargaan Grammy untuk King ini mungkin seperti Stairway to Heaven dalam konser Led Zeppelin–wajib. Bedanya: sementara tak semua personel Led Zeppelin menyukai Stairway to Heaven, King sebaliknya. King, bagaimanapun, sadar betul bahwa The Thrill Is Gone-lah yang melambungkan namanya ke tingkat yang lebih tinggi.
Album ini menunjukkan, andaikan orang menganggapnya sudah pantas pensiun sebagai sang raja, King tetap saja seorang bluesman sejati. I’ve traveled for miles around/Seems like everybody wanna put me down/Because I’m a bluesman/But I’m a good man, understand. l Santirta M
di muat di Koran Tempo, Minggu 06/04/2008
Filed under: Uncategorized
Suatu hari seekor gajah duduk di sebelah aku. Dan bertanya “mengapa hari ini kau sangat bersedih?”.
Lalu aku menjawab “aku tidak bersedih, hanya merasakan kehilangan”.
“Kehilangan apa?”
“kehilangan sebuah rasa yang dulu pernah ada”
“rasa bagamana?”
“rasa hangat yang dulu selalu hadir disetiap waktu, kini sudah menjadi dingin”
“Apakah kamu bahagia?”
“Iya aku bahagia hari ini walau tidak 100 %”
“BAgus kalau kau masih bahagia, karena hanya rasa kebahagiaan yang bisa menimbulkan rasa itu kembali”
Tiba2x gajah mengeluarkan kantong berisi kacang rebus, dan menawarkan kepada saya.
Filed under: Uncategorized
Aku memang tidak bisa memahaminya. Ketika harus melupakan semua masalah dan menjadi sesuatu yang lebih menggembirakan, kenapa ia selalu menyajijakan menu pertengkaran. Ada apa dengan aku?. Seseorang yang bodoh untuk bisa memahami seorang. Umur ku 28 tahun dan dia baru saja menginjak 17 tahun. TApi kenapa aku seperti goliath yang kalah dengan daud. Dan kekalahan aku ini yang kesekian kalinya.
TAdi malam aku membentaknya. Tentu dengan alasan, yaitu mengapa iya selalu menyajikan problem yang sudah kita lewati. MAaf tidak sepatutnya aku membentak dia. KArena aku sudah terlalu lelah secara fisik dan lelah karena berantem selalu hadir di hubungan kita.
Salahkah aku menjadi orang yang gampang melupakan semua masalah. Aku memang bodoh tidak bisa menyenangkan hatinya. Ego memang terus berjalan tapi adakah titik temu diantara ego kita?.
mengapa semua menjadi rumit dan kabur. Ketika semua masalah selesai dan nantinya akan timbul lagi. Entah kenapa?
Hari ini dia marah besar, ya sudah biarkan dia menikmati kemarahannya. Buat aku biarkanlah ini menjadi masa lalu, yang semoga kami menjadi lebih baik lagi.
THX Yesus
Filed under: Uncategorized
Aku adalah seekor domba. Tiap hari aku bergaya. Kaca mata hitam, sepatu kulit, jam rolex dan mengendarai motor besar walau produksi Cina. Dua hari sekali aku selalu pergi ke salon, agar bulu tampak klimis selalu. Domba betina mana yang tidak meleleh melihatku. Di era seperti ini bergaya sangatlah penting, tidak mengenal status. Starbucks tongkrongan langgananku. Malam minggu berkumpul bersama domba-domba lain. Sekedar berbincang saja. Banyak hal yang dibicarakan dari urusan presiden hingga urusan yang berhubungan dengan perut. Urusan betina tidak akan terlupakan..
Tiga puluh tiga domba betina sudah aku taklukan. Tidak ada yang serius, hanya sekedar untuk melampiaskan kebutuhan dasar sebagai hewan. Beberapa bulan sekali bulu indahku ini ku sumbangkan untuk dijadikan benang dll. Walau tanpa bulu aku masih bisa bergaya, karena kulit ku memang halus dan badanku kencang. Lagi pula aku masih bisa menyombongkan sisa bulu yang ada di kepala. Belah tengah, semprot sedikit tetap bergaya.
Hanya saja apabila tanpa bulu aku harus sering memakai jaket bila harus keluar malam. Kami adalah domba dari kaum kelas atas. Semua yang ada di badan ini sangat berguna bagi semua. Teman kami dari kaum bawah adalah Kambing. Kurus-kurus dan terkadang hidup sangat liar tidak terurus. Bahkan ada yang mencuri makanan di kebun sebelah. Badannya bau pesing dan kutuan. Bulunya tidak ada yang merawatnya. Kambing biasanya hanya bisa dijadikan pembantu saja. Suruh sana-suruh sini. Segagahnya kambing tetap saja domba betina tidak ada yang mau dengannya.
Musik kami Jazz dan Clasic dan mereka hanya menyenangi musik Dang-dut. Pernah aku mendengarkan sebuah lagu dang dut dan terasa tidak enak sekali. Membuat gatal kuping.
Aku menikmati hidup ini. Penuh dengan gaya betina cantik.
Filed under: Uncategorized
Trio ini termasuk salah satu inspirasi lahirnya aliran metal yang telah bercabang-cabang dewasa ini. Berdiri pada akhir 1960-an di San Fransisco, mereka membawakan musik keras yang mengawinkan blues dan rock dan mencoba menjadi sejajar dengan grup-grup besar Led Zeppelin, Black Sabbath, Cream, dan Deep Purple. Album pertamanya, Vincebus Eruptum (1967), mempopulerkan kembali Summertime Blues, yang sebelumnya dinyanyikan oleh Eddie Cochran. Tapi mereka lalu seperti terbenam.
Sempat bubar pada 1971, lalu comeback pada akhir 1980-an, dari tahun ke tahun mereka bergonta-ganti personel. Kini mereka terdiri atas Dickie Peterson (bass/vokal), Andrew “Duck” MacDonald (gitar/vokal), dan Paul Whaely (drum). Album What Doesn’t Kill You ini, yang ke-13 dalam diskografinya, tetap setia dengan blues rock dan menyajikan sepuluh lagu.
Mereka membuka album dengan Rollin’ Dem Bones, sebuah gebrakan yang mantap. Walau begitu, McDonald dan Peterson seperti berusaha keras untuk tetap meyakini diri bahwa mereka masih bisa ber-heavy ria walau suara serak tuanya terasa sekali. Di lagu berikutnya tempo sudah mulai terasa turun, meski hempasan suara gitar masih mengajak kita untuk setidaknya mengentak-entakkan kaki.
Konsistensi rasanya sulit ditemukan sesudah itu. Lagu ketiga, Born Under A Bad Sign, terasa mengasyikkan walau ada napas Guns N’ Roses. Pada lagu keempat, Gypsi Rider, tempo kembali cepat walau tidak seperti di awal. Setelah Young Lions In Paradise, yang sangat lamban dan irama country ballad-nya seperti memberikan waktu kepada para personel band untuk menarik napas, istirahat sejenak, mereka seperti terus dalam posisi yang sama. Sesekali gitar memang meliuk-liuk, tapi kemudian hilang.
Sebagai band yang kerap disebut punya pengaruh, mereka memang boleh dibilang masih ada. Masalahnya jadi lain setelah menyimak album ini. Kalimat yang menjadi judulnya, What Doesn’t Kill You…, mungkin terdengar gagah. Tapi sebenarnya lain benar dalam kenyataan. Mereka kurang bisa benar-benar membunuh.
Filed under: Uncategorized
Hari ini adalah tanggal 1 bulan 1 tahun 2008. Tidak ada bedanya dengan hari biasanya. 2008 tetap saja selasa menjadi selasa. Matahari juga berputar seperti biasanya. Hujan yang turun tetap saja air. Otak terus saja berpikir untuk kerja esok harinya.
Tadi malam berencana untuk merayakan dengan meriah dengan sang pacar tapi kenyataannya juga biasa aja, nonton DVD hingga tertidur pulas, bangun lalu membersihkan lantai. Ya sempat beberapa menit berfikir kebalakang saat masih tahun 2007. DImana tahun lalu Tuhan banyak memberikan rejeki pada saya, banyak memberikan kawan yang baik2x, kesehatan juga baik-baik saja walau sempat tipus 3 minggu, Ia juga memberikan aku seorang pacar yang baik hati walau kadang cerewet. 2007 Tuhan banyak menyentuh aku, walaupun tahun 2008 Tuhan juga pasti banyak menyentuh ku.
Kaget beberapa hari yang lalu seorang teman memberi tahu bahwa istrinya temanku terkena kanker usus, padahal mereka baru 1 bulan menjalankan pernikahan. Sedih sekali mendengar kabar itu. Aku hanya bisa berdoa untuk mereka agar diberikan yang terbaik. NAtalan mereka lalui bersama dengan romantisnmya. Tapi menyambut tahun baru, Tuhan punya rencana lain.
Sekarang tanggal 1 bulan 1 tahun 2008. Tubuh masih saja dudk di kantor mengamati setiap isu berita dari bola hingga Bhutto. Musik masih tetapi Porcupine Tree dan eric Clapton. Semua tidak ada perubahan. Kemarin malam ke gereja merenung sejenak ternyata 2007 indah. Dan 2008 ini Tuhan akan memberikan hal lain yang lebih indah sesuai rencananya.