Santirta’s Weblog


Kerendahan Hati sang Raja Blues
April 7, 2008, 10:12 am
Filed under: Uncategorized

Live
B.B. King
Geffen Records, 2008

B.B. King adalah nama besar yang rendah hati. Dia selalu berusaha menghibur penggemarnya dengan tulus dan total, merangkul mereka kapan pun ada kesempatan–King, misalnya, biasa menerima penggemarnya yang berkunjung ke ruang ganti. Karena itu, setiap konser King tidak hanya sebuah penampilan yang menghadirkan suaranya yang sanggup membuat lagu apa pun terasa hidup, tapi juga kehangatan.

Usia yang telah mencapai 82 tahun sama sekali bukan halangan bagi Sang Raja Blues, julukannya, untuk terus menemui penggemarnya, bersama gitar kesayangannya, Lucille. Album berdurasi 53 menit ini merupakan rekaman dari beberapa kali penampilannya di BB King Club di Memphis dan Nashville pada Oktober tahun lalu.

Ada 11 lagu yang dipilih, dengan kualitas rekaman yang tergolong bagus untuk sebuah album live. Sebagian besar dari lagu-lagu itu tergolong “standar”, yang ada di hampir setiap pertunjukannya. Selain itu, ada pula dua nomor yang belum pernah masuk dalam album-album rekamannya yang mana pun, apalagi dibawakan di panggung, yakni You Are My Sunshine dan When the Saints Go Marching.

King memulai penampilannya dengan sebuah pengakuan mengenai jalan hidupnya lewat Why I Sing the Blues. Di nomor yang pernah dia nyanyikan pada awal 1970-an ini, King bilang, Why I’m singing the blues/Yes, I’ve been around a long, long time/Yes, I’ve really, really paid my dues/Now I’m gonna play Lucille….

Dalam setiap konsernya, King hampir tak pernah diam. Selalu ada cerita, tidak untuk menyombongkan diri; atau sekadar cara untuk mengajak audiens di hadapannya ikut bernyanyi atau menggerakkan anggota badan. Dan dia melakukannya di antara lagu-lagu yang dia bawakan.

Puncak dari seluruh materi di album ini boleh dibilang adalah saat ketika The Thrill Is Gone dinyanyikan. Nomor yang dirilis pada 1969 dan memberikan penghargaan Grammy untuk King ini mungkin seperti Stairway to Heaven dalam konser Led Zeppelin–wajib. Bedanya: sementara tak semua personel Led Zeppelin menyukai Stairway to Heaven, King sebaliknya. King, bagaimanapun, sadar betul bahwa The Thrill Is Gone-lah yang melambungkan namanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Album ini menunjukkan, andaikan orang menganggapnya sudah pantas pensiun sebagai sang raja, King tetap saja seorang bluesman sejati. I’ve traveled for miles around/Seems like everybody wanna put me down/Because I’m a bluesman/But I’m a good man, understand. l Santirta M

di muat di Koran Tempo, Minggu 06/04/2008


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.